Senin, 30 Maret 2009

Bila Perang Berkobar


Rata PenuhKonon, pertengkaran adalah bumbu dari percintaan. Memang tidak salah kalau kita mampu meracik bumbu dengan benar, maka menu cinta akan menjadi lezat rasanya. Akan tetapi kalau kita salah dalam meramunya, cinta akan dijamin berantakan. Karena itu, bila peperangan meletus antara kamu dan doi, perhatikan kiat bertengkar di bawah ini agar api perang tidak sampai membakar dan membumi hanguskan cinta kalian.

Kaji Permasalahan
Sudah pasti pertengkaran itu karena masalah . kaji permasalahan yang menjadi tungku bagi panasnya hubungan kalian. Pertimbangkan layak tidaknya masalah yang kalian hadapi dipertengkarkan. Adakah karena kesalahpahaman, salah pengertian, atau perbedaan-perbedaan kecil di antara kalian. Dengan mengkaji permasalahan, paling tidak ada tiga hal yang kamu dapatkan. Pertama, inti permasalahanya bias diketahui dengan jelas; kedua, kamu bisa mengoreksi diri sendiri sehubungan dengan permasalahan yang ada; dan ketiga, pikiran bisa lebih jernih untuk membuat keputusan tentang jadi tidaknya peramg di kobarkan, atau kibarkan bendera putih? Yang terpenting saat mengkaji masalah adalah tetap berfikir positif.

Cari Tempat Sepi
Kalau keputusanya harus bertengkar, ajak dia ke tempat sepi. Jangan libatkan orang lain menjadi wasit bila memang tidak perlu sekali. Boleh di gua, di kuburan atau yang paling aman di pos pak hansip aja. Ini untuk menjaga agar diantara kalian tidak merasa malu andai satu di antara kalian ada yang bersalah. Bisa kamu bayangkan betapa malunya doi bila kejelekan dan kesalahanya di beberkan di muka umum. Padahal kesalahanya belum tentu sebesar yang kamu bayangkan, bila di kemudian hari kamu bisa memaafkan kesalahan itu, doi belum tentu mau menerima perbuatan kamu yang telah membuatnya malu di depan orang banyak.

Meredam Amarah
Amarah bukan jalan keluar mengatasi masalah. Karena itu diinginkan kepala sebelum berhadapan dengannuya. Tanaman niat bahwa bertengkar dengan tujuan untuk menyelesaikan masalah, dan bukan untuk menghancurkan jalinan cinta. Bila rasa marah sudah bias di atasi, maka secara otomatis kamu akan dapat menguasai diri. Sikapmu akan terkontrol, tutur kata dapat terjaga dan pikiran dapat jernih dalam memutuskan masalah. Coba satu tips berikut, usahakan selalu saling menggenggam tangan saat pertengkaran terjadi, agar kalian tetap merasa selalu ada cinta yang menyatukan kalian diantara perbedaan-perbedaan kecil yang buat kalian bertengkar saat ini. Dengan genggaman tangan yang lembut dengan doi, kamu bisa sedikit meredam emosi kamu dan doi sekaligus.

Fokuskan masalah
Fokuskan perhatian,pikiran dan perkataan hanya pada masalah yang mengobarkan perang, jangan melantur kemana-mana. Jangan pula mengungkit-ungkit masalah yang sudah lewat, kalau memang nggak ada hubunganya dengan masalah yang di pertengkarkan saat ini.jika masalah yang sudah lewat kamu ungkit lagi, maka masalah baru tidak akan terpecahkan, justru akan menambah runyam hubungan kalian. Kalo kamu bertengkar karena doi selalu dating terlambat kalo janjian, jangan libatkan masalah kasus bom yang meledak di Bali dan pelakunya belum tertangkap. Bisa-bisa bapak polisi ikutan bertengkar bareng kalian.

Menjaga kata
Mengontrol pembicaraan adalah hal yang terpenting dalam pertengkaran. Kata-katalah yang menentukan berhasil tidaknya pembicaraan, jika kamu sembrono dalam melontarkan kalimat, masalah bukannya terpecahkan, malah justru akan semakin bertambah. Doi yang sebelumnya punya niatan baik untuk memcahkan problem, bisa berbalik marah karena kalimatmu yang tidak terjaga. Itu sebabnya, semarah apapun jangan pernah berkata kasar, kotor, apalagi mencacimaki. Takutnya nanti apabila ternyata kamunya ikut andil membuat kesalahan sehingga mengobarkan peperangan, kan jadi malu…! Makannya sering latihan sensor kata aja, kayak F@*k, bang…, kepar…, tau ndirilah!

Cara pemecahanya
Tujuan akhir dari pertengkaran tentunya untuk menyelesaikan masalah, karena itu tarik benang merah dari semua pembicaraan kalian berdua. Cari hal-hal yang membuat panas hubungan kalian berdua. Cari hal-hal yang membuat panas hubungan kalian berdua, dan siram dengan pemecahanya. Tapi ingat, pemecahan ini bukan untuk sepihak, usahakan kamu dan doi bisa menerima pemecahan yang kalian buat bersama. Bila Cuma memuaskan satu pihak saja, atau mau menerima pemecahannya dengan terpaksa, maka bukan mustahil suatu saat nanti masalah yang sama akan hadir kembali dan pertengkaran akan berkobar lagi. Jangan paksakan keputusan kamu kepada dia, yang terbaik buat kamu belum tentu baik buat dia.kalo perlu tanyakan kepada yang ahli bikin keputusan kayak pak hakim gitu.
Lupakan segalanya
Bila masalah sudah terselesaikan dan kalian sudah bisa saling menerima, maka tiba saatnya tonggak perdamaian ditancapkan. Lupakan hal-hal buruk selama terjadi perang dingin hingga meletusnya pertengkaran. Jangan pernah mengungkit-ungkit lagi kesalahan kalian satu sama lain. Kalau keadaan sudah benar-benar tenang, barulah kalian bisa membicarakannya dalam suasana penuh canda. Karena pertengkaran akan menjadi pengalaman yang manis bila sudah menjadi kenangan. Bayangin suasana setelah mendung trus ujan deres dibarengin ama petir, serem kan?! Tapi setelah itu semua berakhir, kamu bisa lihat pelangi, bisa ngerasain sejuknya dan bisa nikmatin indahnya. Nah gitu deh rasanya kalo abis berantem trus baikan, lebih mesra, lebih saying, lebih…gitu deh…!!! :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Harap komentar jika ada yang kurang baik :)